ini kisah perjalanan hidupku,
pada tanggal 17 agustus 2003 aku menemukan wanita yang entah dulu aku tidak begitu menyapanya,namun entah kenapa hatiku ingin selalu dekat dengannya,disebuah sekolah kecil disitulah aku menemuinya,saat mataku menatapnya senyum dibibirnya membalasnya,setelah senyuman itu ia berikan kepadaku kami sering berjumpa hinggalah ia masuk dalam bagian hidupku,hari demi hari kami lalui dengan canda dan tawa.
pada saat itu dia begitu manja kepadaku,entah karena ia tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah atau karena ia begitu mencintaiku,oh ya sejak kecil ia tinggal bersama ibunya mungkin karena ini ia sangat membutuhkan kasih sayang dari padaku yang ia tidak pernah dapatkan semenjak ibu dan ayahnya pisah,akupun sangat menyayanginya ketulusan dan kasih sayang ikhlas yang aku tunjukkan padanya mungkin itulah yang membuat ia sangat sayang dengan aku sehingga ia tidak melihat kekuranganku dalam harta dan benda.
pada saat itu aku tidak merasa malu dikarenakan kekurangan yang ada pada diriku dikarenakan aku masih sekolah sama layaknya seperti dia,pada waktu itu ia terus memberikanku semangat akan kecerahan untuk massa depanku tanpa memperdulikan latar belakangku,sehingga aku begitu bangga mempunyai wanita seperti bidadari yang ada didalam hatinya,
dia mengajariku banyak hal terutama tentang hati,cinta keluarga,menutupi kesusahan,tersenyum dan memaafkan kesalahan bayak hal yang tidak bisa aku lupakan darinya dari yang kecil hingga sebesar besarnya.
selama pacaran mungkin dalam seminggu kami tidak jumpa cuma satu hari,begitulah kiranya kedekatan kami selama pacaran,indah,memang indah massa itulah yang terindah yang pernah saya alami
selama pacaran bukan mudah tuk melewati hari demi hari,banyak masalah yang kami alami selama pacaran terutama tentang keluarga kami masing masing,cemohan,cela'an dan hina'an sering menghampiri kami selama pacaran tapi itu semua tiada halangan bagi kami karena kami saling meyakinkan untuk cinta kami.
setelah selama setahun lebih saya selesai sekolah akhrinya saya memutuskan tuk merantau jauh dari kampung halaman,ada kesedihan yang saya lihat dari matanya namun ia enggan melarangku,entah apa yang ia fikirkan sehingga ia sanggup menungguku selama 2 tahun,
sebelum keberangkatanku ia meminta satu permintaan,ia ingin mengantar aku pergi kemedanaku setuju lalu ia pun menghantarku,setelah sampai di medan ia memberi kata2 semangat buatku untuk mencapai impianku selama di perantauan,melihat cara dia bicara aku tersenyum seolah tiada kegundahan didalam hatinya,aku berkata dalam hati "sungguh beruntung aku memiliki wanita sebaik dia"
sebelum ia balik kerumah ia ingin aku memeluknya tuk terakhrinya tapi aku menolaknya dikarenakan kami berada di khlayak ramai,aku melihat air mata saat ia pergi meninggalkanku seolah olah kami tidak akan jumpa lagi,demi allah aku merasakan kesedihan yang mendalam yang ia rasakan menjelang kepergianku namun aku yakin ia wanita yang kuat,ia mampu melewati hari hari walau tidak bersamaku lagi.
waktu terus berjalan dan ia akan terus berjalan aku melewati hari hariku tanpa kasih sayang dari orang tua maupun darinya,tiada yang melemahkanku selama disana,semangat untuk meraih impian bersamanya itulah yang menemaniku selama disana.
kadang kadang aku menelponya terdengar suara kerinduan dari mulutnya,bertambah semngat dihatiku.
3 bulan telah berlalu terdengar kabar yang menghancurkan hati yang disampaikan adikku,entah apa yang aku rasakan saat itu namun rasa percaya tetap terpatri dalam diri,sebulan tlah berlalu namun aku masih memendam apa yang aku dengar,ingin rasanya menghilangkan rasa gundah dihati dan akhirnya aku menanyakan apa yang merisaukan aku kepadanya,
gundah risau saat menanti jawaban darinya,terdengar suara yang lantang,dia bilang kepadaku bahwa "percuma hubungan kita diteruskan kalau orang tua kita tidak merestui dan jika kita sampai menikah maka yang menderita adalah anak-anak kita sebab hubungan tanpa restu akan berakhir dengan perceraian" itulah kata-kata tegas yang keluar dari mulutnya dan ia mengatakan ingin mengakhiri hubungan itu,sakit begitulah yang kurasakan ingin rasanya aku terbang dan berdiri dihadapanya namun itu mustahil kulakukan.
waktu terus berlalu dan aku makin hancur dengan hati yang terluka,teman dan uang adalah penghibur hatiku merekalah yang memberi sedikit semangat untukku,senyum yang terpaksa dan jiwa yang kacau menghantui fikiranku,namun mungkin ada hikmah disebalik semua itu,dua dan tiga tahun telah berlalu namun aku masih tidak dapat melupakanya,
aku mencoba mencari penghibur hati agar aku dapat melupakanya pada saat itu aku menemukan seorang pengganti yang mirip dengan namanya iaitu "fitri" mereka sama-sama anak tertua dari keluarganya masing-masing,tapi rasa sayang ini jauh berbeza kepadanya.
tiga tahun telah berlalu semenjak ia memutuskanku dan semenjak itu juga aku berlari menjauhi untuk memikirkanya
semenjak aku berada diperantaun aku menemukan seorang wanita yang namanya sama denganya,kami sama-sama merantau untuk merubah nasib demi suatu perubahan dalam keluarga,hari demi hari perkenalan kami pun makin dekat dan kami pun bahagia.
tidak terasa kami sama-sama ingin berkahwin dan pada bulan agustus 2012 kami melangsungkan pernikahan dan selepas menikah kami masuk kembali kenegara jiran.
setelah beberapa hari kami menikah akhirnya kami mendapatkan kabar bahagia bahwa istri saya telah mengandung tidak sampai setahun akhirnya kami mendapatkan cahaya mata yaitu seorang anak perempuan yang kami beri nama "AMIRA IBRAHIM" wajahnya sangat tenang dan ia adalah gambaran bahwa setiap anak yang dilahirkan itu adalah suci dan ia adalah karunia allah.
oh ya hampir 7 tahun lamanya aku dan mantan aku tidak bertemu pada awal perpisahan kami aku cuma ingat bahwa dialah wanita sempurna yang pernah aku temui namun setelah hampir tujuh tahun lamanya kami terpisah teringat pula akan kejelekanya bahwa ia tidaklah pantas untuk aku jadikan teman hidup diakhir usiaku ini,bagaimana tidak ia bukanlah wanita yang pandai menjaga diri dan kehormatan dari kerusakan zaman dan ini adalah salah satu kejelekan dan juga kekuranganya namun berbeda dengan istriku ia pandai menjaga diri walaupun kami sama-sama diperantauan dan jauh dari orang tua,mungkin ia adalah sesuatu yang aku banggakan darinya yang tidak dimiliki oleh mantanku,ia suatu yang amat berat yang dapat dipertahankan oleh setiap wanita mungkin inilah hikmahnya dari perpisahanku dan aku menemukan wanita yang tepat untuk aku percayai yang aku sedar bahwa hidup dan rezkiku tidak begitu mudah aku dapatkan yang terkadang aku harus pergi beberapa bulan untuk mencari rezki dan aku tidak begitu risau untuk meninggalkan istri dan anakku.
18 november 2013 jam 11.51 malam,entah kenapa aku rindu dengan anak istriku di kampung yg aku tinggalkan sejak 18 hari dan aku akan kembali apabilah telah sampai 30 hari dinegara tetanggaku ini,bukanya untuk main-main tapi untuk bekerja,setelah menikah aku sering meninggalkanya dengan ibuku,bagiku amat berat meninggalkanya mungkin ia merasa dizholimi aleh aku,aku ingin ia tahu bahwa yg kulakukan ini terpaksa,aku tak pandai mencari rezki dinegara sendiri,
9 januari 2014
sudah 2bulan lebih aku meninggalkan anak istriku rindu sangat sangat kepada mereka,rasanya ingin tahu sudah pandai apa anakku amira ibrahim,
maafkan abi nak karena belum bisa pulang,abi janji akan bawa uang dengan ijin allah.
15januari 2014 rasa rindu ini semakin menyiksa,entah apa yg terjadi dengan hidupku,aku tak bisa menahan godaan yang tampak oleh mata,maaf....maaf untuk diriku,
hinanya aku,maaf kan aku,aku tak dapat melawan semua ini,allah bantulah hambamu yg meminta pertolonganmu,
16 januari 2014 malam ni adalah malam jumat malam yang mengingatkan aku kepada orang tuaku,hari jumaat adalah hari keberangkatan orang tuaku meninggalkan dunia,teringat jelas semua kebaikanya dihati dan fikiranku,aku rindu padanya rindu sangat sangat aku tak bisa memutar waktu aku tak bisa menyentuh tanganya,jika aku bisa bertemu denganya aku ingin meminta maaf atas kesalahanku kepadanya,
jauh disana pasti ada yang menanti,keberuntungan atau sebaliknya kita hanya pasrah dan berharap yang terbaik darinya,dan yakinlah allah tempat meminta dan mengadu,segala puji bagi allah dan muhammad utusan allah.
besar sungguh keyakinan ini kepadanya bahwa kebahagianku ada pada keluargaku,semangat itu mulai datang bahwa aku adalah suami dari fitri bin abdullah dan aku adalah ayah\abi dari amira ibrahim,walaupun aku bukan orang kaya aku akan tunjukkan pada dunia bahwa uang bukanlah jaminan kebahagian,
inilah fikiranku,inilah tulisanku dan aku tak tahu sampai kapan aku bisa menulis,jika suatu saat ada yang membaca dan mengenali diri ini,saya harap anda dapat mengambil hal positip dari apa yang aku tulis.
29april 2014
hari berganti hari,bulan berganti bulan,aku tak tau dimana akhirnya,setiap perbuatan,perkataan akan diminta pertanggung jawabnya,berat rasa semua ini,dosa-dosa ku menghantuiku menutup kebahagiaanku,aku telah memiliki keluarga kecil merekalah semangat hidupku,aku telah kehilangan ayah,paman,nenek mereka penting dalam hidupku,entah apa yang mereka alami,entah apa yang mereka hadapi dialam kubur,ya allah mereka semua orang baik mereka semua pahlawan bagi keluarga mereka,pandanglah mereka dengan rahmat dan kasih sayangmu dan jika mereka berbuat salah semua itu mereka lakukan demi keluarga mereka,ya allah ya tuhan kami ampunkanlah dosaku dan juga dosa mereka tempatkanlah mereka ditempat yang engkau ridoi,amin
16 may 2014
pagi ini jam 8.53 rasa ingin menceritakan tentang amira ibrahim,sudah lama diri ini tidak jumpa denganya,tangis,tawa dan nakalnya seakan buat diri ini penasaran,kelak dia besar merekalah yang membahagiakan kami,kami akan jaga dan didik dia dengan sebaik mungkin,kehidupan kami tertumpu kepadanya,
setelah punya anak rasanya baru tau bahwa perjuangan sebagai orang tua itu amatlah berat terutama mengenai hati,orang tua adalah sosok yang amatlah sabar dalam menghadapi perangai dan tingkah laku buruk anak-anaknya,namun demikian setiap kesalahan yang anak lakukan tidaklah orang tua pandang sebagai sipat buruk atau dosa namun mereka pandang sebagai kasih sayang karena bagi orang tua kesalahan atau dosa yang anak mereka lakukan adalah sepenuhnya atas kesalahan atau kesilapan dimasa lalu mereka sehingga tidak ada rasa benci bagi orang tua kepada anaknya walaupun hati mereka dilukai berulang-ualang kali.
inilah sosok harapan dan impian kami ketika kami dipanggil kelak
ya allah ampunkanlah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami,tempatkanlah mereka ditempat yang engkau ridhoi,amin
bila kita percaya bahwa kejayaan dan kebahagian kita hanya kepada allah maka kita tadak gundah jika diberi ujian olehnya,jika kita bicara tentang kepercayaan dan keyakinan rasanya tidak mudah untuk difahami walaupun kita tahu bahwa dengan mempercayainya itulah ketenangan,
bagiku semua harus dicoba dan kita harus yakin bahwa semua yang kita lakukan harus dasar yakin dengan sepenuh hati kepadanya agar apabila semua yang kita lakukan gagal kita tidak merasa kecewa karena keyakinan kita yang kuat mengalahkan rasa kecewa itu.
.jpg)
